BANDUNG – Di tengah tantangan ekonomi dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, Pemerintah Kabupaten Bandung bergerak cepat memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses pangan yang cukup dan layak. Melalui program Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), Bupati Bandung Dadang Supriatna yang akrab disapa Kang DS menyalurkan bantuan kepada 28.370 keluarga penerima manfaat di 47 desa pada 13 kecamatan.
Penyerahan bantuan dilakukan dalam rangkaian agenda Siraman Rohani yang dilanjutkan Safari Ramadan dan Tarawih Keliling (Tarling) di Dapil 1, bertempat di Masjid Al Fathu, Soreang, Jumat (20/2/2026).
Momentum Ramadan 1447 Hijriah dimanfaatkan sebagai wujud nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
“141,85 Ton Beras untuk Warga Rentan.
Setiap keluarga menerima bantuan berupa 5 kilogram beras dan 1 botol minyak goreng. Jika diakumulasikan, total bantuan yang digelontorkan mencapai 141.850 kilogram beras (141,85 ton) serta 28.370 botol minyak goreng.
“Bantuan ini diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan pangan dasar masyarakat sekaligus menjaga daya beli keluarga penerima manfaat,” ujar Kang DS.
Data penerima bantuan bersumber dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) kategori Desil 1. Prioritas diberikan kepada warga yang belum menerima bantuan sosial lain seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), maupun Kartu Sembako.
Langkah ini dilakukan agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan menyentuh masyarakat yang paling membutuhkan.
Strategi Jaga Ketahanan Pangan dan Kendalikan Inflasi
Program CPPD bukan sekadar penyaluran bantuan rutin. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi besar Pemkab Bandung dalam:
Menjaga ketahanan pangan tingkat rumah tangga
Mengendalikan inflasi dan stabilitas harga pasar
Mencegah stunting dan gizi buruk
Mengurangi beban pengeluaran masyarakat
Menekan angka kemiskinan ekstrem.
Dengan terpenuhinya kebutuhan pangan dasar, masyarakat diharapkan dapat menjalani kehidupan yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera.
Sttabilitas sosial pun tetap terjaga, sekaligus memperkuat daya tahan ekonomi lokal.
“Ramadan, Momentum Pererat Silaturahmi.
Bagi Kang DS, Safari Ramadan bukan hanya agenda seremonial. Kehadiran pemerintah secara langsung di tengah warga menjadi sarana mendengar aspirasi sekaligus membangun kepercayaan publik.
“Kehadiran pemerintah bukan hanya untuk menyalurkan bantuan, tetapi juga untuk mendengar aspirasi dan memperkuat kebersamaan.
Kami akan terus hadir dan bekerja nyata demi mewujudkan Kabupaten Bandung yang lebih sejahtera dan berketahanan pangan,” tegasnya.
Langkah strategis ini menjadi bukti konkret komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung dalam menjaga stabilitas sosial, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), memperkuat ekonomi lokal, serta mempercepat penurunan angka kemiskinan ekstrem.
Di bulan penuh berkah ini, bantuan CPPD tak sekadar soal beras dan minyak goreng—melainkan simbol hadirnya pemerintah untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam menikmati hasil pembangunan, ujar Kang DS.’









