Bangka Belitung sangat memprihatinkan. DPC AKPERSI Kota Pangkalpinang menemukan masih banyak anak yang baru lulus SMP yang belum tersentuh bangku SMA /Mendapat tempat sekolah dan terancam putus sekolah karena faktor Tidak lulus pada saat SPMB tahun priode 2026-2027.
Hasil penelusuran Amri ketua AKPERSI DPC Kota pangkalpinang dan didamping, Muhammad Rifuad .A.md, ketua Divisi Investigasi dan monitoring di damping seluruh pengurus DPC AKPERSI kota Pangkalpinang , mendapat laporan dan keluh para orang tua/wali murid bahwa Anak-Anak mereka ada yang belum dapat bangku SMA dan akan terancam putus sekolah.
Menurut AMRI ketua DPC kota Pangkalpinang , sekarang sudah memasuki tahap proses belajar mengajar sudah hapir memasuki pertengahan semester masih ada anak yang belum mendapati bangku sekolah
Padahal jelas diamanatkan dalam UUD 1945 Pasal 31 dan Pancasila sila ke-5, setiap anak berhak mendapat pendidikan yang layak.
Pernyataan ketua DPC.AKPERSI kota pangkalpinang dan ketua Kadiv Investigasi dan monitoring
AMRI selaku ketua DPC AKPERSI mendesak Mendikbudristek RI turun langsung ke Babel.
Tuntutan DPC AKPERSI KOTA Pangkalpinagan kepada Mendikbudristek Pusat
- Segera melakukan pendataan ulang anak yang belum mendapat 🏫 maupun (ATS) anak putus sekolah di seluruh Babel bersama BPS dan Disdik.
- segera untuk mencari solusi agar anak anak yg belum dapat sekolah tujuan .
- Membuka peenabahan kuata agar anak anak bangka belitung bisa bersekolah.
Kami DPC AKPERSI KOTA PANGKALPINAG membuka posko pengaduan. Bagi masyarakat yang mengetahui ada anak tetangga yang belum sekolah atau terancam putus sekolah, bisa lapor ke SEKRETARIAT kami.
Pendidikan adalah hak, semua warga negara , Jangan biarkan anak Bangka Belitung tertinggal.karena gara-gara Dapodik terkunci dan aturan.
(Ketua DPC Akfersi kota)















