GARUT, JAWA BARAT — Ketua DPD BUANA Indonesia Jawa Barat, Siska N. Humaira, S.H., M.Kn., menghadiri kegiatan Lawung Lingkung di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (30/9/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Memuliakan Bumi” tersebut menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai budaya sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Jawa Barat.
Lawung Lingkung digagas Rumah Nusantara Kelompok Kerja Budaya untuk Lingkungan Hidup Jawa Barat bersama Pusat Riset Jawa Barat Universitas, dengan mempertemukan berbagai unsur masyarakat yang memiliki perhatian terhadap kelestarian lingkungan dan kebudayaan.
Dalam kegiatan tersebut, Siska hadir bersama Ketua Umum DPP BUANA Indonesia Andrie P. Raksabuana serta jajaran pimpinan DPP BUANA Indonesia.
Kehadiran BUANA Indonesia menjadi bagian dari keterlibatan organisasi dalam memperluas ruang kolaborasi sosial, budaya dan lingkungan. Siska menilai budaya memiliki peran penting sebagai ruang pemersatu masyarakat sekaligus menjadi sumber nilai dalam membangun kepedulian terhadap alam.
Menurutnya, nilai-nilai budaya lokal, termasuk budaya Sunda, tidak hanya berkaitan dengan tradisi, tetapi juga mengandung pesan tentang hubungan manusia dengan alam, sesama manusia dan lingkungan tempat kehidupan berlangsung.
Semangat Lawung Lingkung dibangun melalui tiga pesan utama, yakni kerja kolaborasi, tobat ekologis dan gerakan bersama. Semangat tersebut mendorong keterlibatan berbagai elemen, mulai dari pemerintah, akademisi, komunitas, budayawan, organisasi masyarakat hingga masyarakat luas.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Moh. Jumhur Hidayat, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, bersama para wargi Lawung Lingkung dan elemen pemerhati lingkungan.
Bagi BUANA Indonesia, keterlibatan dalam Lawung Lingkung menjadi bagian dari komitmen untuk memperkuat ruang perjumpaan masyarakat melalui budaya, kepedulian sosial dan lingkungan.
Siska juga menekankan bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup berhenti pada kegiatan seremonial. Kesadaran ekologis perlu diwujudkan melalui perubahan perilaku, kepedulian sehari-hari serta gerakan bersama yang dilakukan secara berkelanjutan.
Momentum Lawung Lingkung di Garut sekaligus memperlihatkan bahwa budaya dan lingkungan dapat menjadi ruang bersama untuk mempertemukan berbagai elemen masyarakat Jawa Barat.
Pesan “Memuliakan Bumi” diharapkan tidak berhenti sebagai tema kegiatan, tetapi dapat menjadi gerakan nyata untuk menjaga alam, merawat budaya dan memperkuat kebersamaan masyarakat demi keberlanjutan generasi mendatang.
Redaksi — Humas BUANA Indonesia















