BATAHAN, MANDAILING NATAL
30/09/2026
Global Investigasi news.my.id
Persoalan lahan antara masyarakat Desa Kapas I eks Transmigrasi, Kecamatan Batahan, dengan PT PN IV Kebun Timur Mandailing Natal kembali mendapat perhatian dari kalangan pemuda dan organisasi kemasyarakatan.
Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Batahan, Bung Indra Medi, yang dikenal sebagai salah satu tokoh pemuda yang aktif dalam berbagai kegiatan dan dinamika sosial di Kecamatan Batahan, menyatakan dukungannya terhadap perjuangan masyarakat Desa Kapas I eks Transmigrasi yang hingga kini masih memperjuangkan hak atas lahan mereka.
Menurut Indra Medi, dirinya mengikuti perkembangan persoalan tersebut, termasuk perjalanan panjang perjuangan masyarakat yang dilakukan melalui Koperasi Produsen Karya Bersama Maju serta pemberitaan sejumlah media.
Ia mengaku memberikan apresiasi kepada masyarakat yang tetap bertahan memperjuangkan apa yang mereka yakini sebagai hak mereka.
“Saya angkat topi kepada para pejuang masyarakat Desa Kapas I eks Transmigrasi. Mereka sudah melalui perjalanan panjang. Perjuangan ini bukan baru kemarin, dan pemerintah harus melihat persoalan ini secara serius demi terciptanya keadilan bagi masyarakat,” tegas Indra Medi.
Ia menilai pemerintah daerah perlu segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan tersebut sebelum berkembang menjadi persoalan sosial yang lebih besar.
“Ini bom waktu yang siap meledak kalau tidak segera diselesaikan. Pemerintah harus hadir sebelum masyarakat mengambil langkah-langkah yang lebih jauh,” ujarnya.
Indra Medi juga menyoroti informasi mengenai adanya pergerakan masyarakat yang dalam waktu dekat akan dipimpin oleh pengurus koperasi.
Menurutnya, hal tersebut semestinya menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Pemerintah, kata dia, jangan menunggu persoalan memanas terlebih dahulu baru kemudian turun ke lapangan.
“Kalau sudah terdengar akan ada pergerakan masyarakat yang dipimpin pengurus koperasi, seharusnya pemerintah segera hadir di tengah masyarakat pemilik lahan. Jangan menunggu situasi memanas baru turun,” katanya.
Lebih lanjut, Indra Medi menyebut keberadaan mekanisme pemerintah melalui Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) seharusnya dapat dimanfaatkan untuk mencari jalan keluar terhadap persoalan pertanahan yang terjadi di wilayah Batahan.
Ia meminta pemerintah tidak sekadar melakukan pertemuan atau menerima laporan, tetapi benar-benar menghadirkan penyelesaian yang dapat dirasakan masyarakat.
“UU dan regulasi di bidang agraria serta mekanisme GTRA sudah tersedia. Tinggal bagaimana pemerintah menggunakannya untuk menyelesaikan persoalan. Pemkab jangan hadir seperti mobil Damkar, datang setelah api membesar,” tegasnya.
Indra Medi menambahkan, persoalan lahan masyarakat Desa Kapas I eks Transmigrasi tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut kehidupan dan masa depan masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Batahan siap berada di tengah masyarakat, terutama dalam konteks menjaga kondusivitas, mengawal aspirasi masyarakat, dan mendorong penyelesaian persoalan melalui jalur yang dapat dipertanggung jawabkan.
“Kami dari Ormas Pemuda Pancasila PAC Batahan siap hadir di tengah masyarakat. Kami ingin persoalan ini diselesaikan dengan cara yang baik, terbuka dan adil. Pemerintah harus hadir sebagai penyelesai masalah, bukan hanya sebagai penonton ketika persoalan sudah membesar,” pungkas Indra Medi.(MO).















