ACEH SINGKIL – 12 Juli 2026
Pendidikan karakter tidak hanya dimulai di dalam ruang kelas, tetapi berakar kuat dari kehangatan dan keteladanan di lingkungan keluarga. Menyambut tahun ajaran baru, Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil melalui Dinas Pendidikan meluncurkan sebuah inisiatif strategis bertajuk Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah (GAMAS). Gerakan ini mengajak para ayah untuk hadir secara fisik dan emosional pada momen penting hari pertama sekolah putra-putri mereka.
Kampanye resmi ini menampilkan sosok Bupati Aceh Singkil, H. Safriadi Oyon, S.H., sebagai simbol dukungan penuh pemerintah daerah terhadap penguatan peran keluarga. Melalui slogan “Ayah Hebat, Anak Kuat, Aceh Singkil Bermartabat”, gerakan ini bukan sekadar ajakan seremonial, melainkan sebuah upaya sistematis untuk membangun fondasi mental dan disiplin anak sejak dini.
Dalam materi kampanye yang disebarluaskan, Bupati Safriadi Oyon menekankan bahwa kehadiran seorang ayah memiliki dampak psikologis yang mendalam bagi seorang anak.
“Ayah hadir di hari pertama sekolah adalah langkah kecil yang memberi semangat besar bagi masa depan anak. Ini adalah bentuk investasi kasih sayang dan keteladanan yang akan membekas lama dalam ingatan mereka,” ujar Bupati dalam pesan kampanyenya.
Gerakan GAMAS mengusung tiga pilar utama bagi para ayah:
- Memberi Teladan: Menunjukkan sikap disiplin dan tanggung jawab kepada anak.
- Menjamin Keselamatan: Memastikan perjalanan anak ke sekolah berlangsung aman dan nyaman.
- Membangun Kepercayaan Diri: Memberikan pelukan hangat dan doa restu agar anak merasa didukung sepenuhnya.
Dinas Pendidikan Aceh Singkil berharap agar GAMAS tidak berhenti sebagai kegiatan satu hari saja, melainkan berkembang menjadi budaya positif dalam pola pengasuhan anak. Kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah dinilai menjadi kunci utama dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga matang secara emosional dan sosial.
“Momentum tahun ajaran baru adalah waktu yang tepat untuk memperkuat sinergi. Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa keberhasilan pendidikan adalah tanggung jawab bersama, di mana sosok ayah memegang peranan vital sebagai figur panutan,” demikian harapan Dinas Pendidikan Aceh Singkil.
Dengan adanya gerakan ini, Aceh Singkil optimistis dapat melahirkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan menuju Indonesia Emas 2045, dimulai dari langkah sederhana namun bermakna: seorang ayah yang mengantar anaknya ke sekolah.(*)
Htb










