KABUPATEN BANDUNG – Dinamika kepemudaan di Kecamatan Solokan Jeruk memasuki babak baru yang penuh energi progresif. Sosok muda yang dikenal aktif dalam berbagai gerakan sosial dan kemasyarakatan, Alfi Jabrudin Setiawan, secara resmi menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Solokan Jeruk. Membawa visi besar bertajuk “Pemuda Nanjeur”, Alfi hadir untuk menyelaraskan arah perjuangan pemuda dengan program strategis pemerintah kecamatan, yaitu Solokanjeruk Nanjeur.
Langkah ini diambil guna memastikan generasi muda tidak sekadar menjadi penonton pembangunan, melainkan motor penggerak utama, mitra strategis, dan akselerator kemajuan daerah.
Alfi menegaskan dalam keterangannya hari ini bahwa KNPI bukan sekadar wadah berkumpulnya organisasi atau papan nama birokrasi, melainkan sebuah Kawah Candradimuka tempat di mana mental pemuda ditempa, gagasan diuji, dan para pemimpin masa depan Solokan Jeruk dilahirkan.
Menjawab tantangan era digital dan perubahan sosial yang cepat, ia menilai pemuda Solokan Jeruk membutuhkan lompatan besar agar tidak sekadar jalan di tempat. Sebagai program unggulan, Alfi menggagas pembentukan Solokanjeruk Creative Hub, sebuah ruang inkubasi dan pusat kreativitas lintas desa serta OKP yang akan memfasilitasi para pegiat seni hingga pelaku UMKM digital untuk berkolaborasi, menciptakan lapangan kerja baru, dan menembus pasar yang lebih luas.
Guna mewujudkan ekosistem pemuda yang tangguh, inovatif, dan berintegritas, gerakan ini ditopang oleh tiga pilar utama yang diintegrasikan dalam satu kesatuan kerja. Pilar pertama adalah mewujudkan sinergi inklusif rumah bersama, di mana KNPI dirancang menjadi rumah besar yang merangkul seluruh OKP, baik yang berbasis keagamaan, nasionalis, kepemudaan, maupun kekaryaan tanpa ada sekat ego sektoral. Langkah ini diperkuat oleh pilar kedua berupa pemberdayaan ekonomi kreatif pemuda untuk mendorong lahirnya wirausaha baru melalui stimulus dan pelatihan digital lewat Creative Hub. Sementara pada pilar ketiga, Alfi menekankan penguatan peran sosial dengan berpikir presisi, membawa KNPI menjadi organisasi berbasis data dan solutif yang hadir langsung di tengah masyarakat dengan prinsip menggunakan logika presisi dan mengamankan setiap rekomendasi di lapangan.
Langkah Alfi menuju kursi kepemimpinan ini berangkat dengan modal kultural dan struktural yang kuat melalui basis organisasinya di SAPMA Pemuda Pancasila (PP). Kekuatan pencalonannya kian dipertegas dengan adanya rekomendasi resmi dari dua Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) besar lainnya di Solokan Jeruk yang namanya sudah tidak asing lagi, namun hingga saat ini masih dirahasiakan dari publik.
Munculnya nama Alfi dalam bursa calon ketua ini langsung mendapat gelombang dukungan dan respons positif dari berbagai kalangan yang menilai kepemimpinannya yang energik, inovatif, dan dekat dengan masyarakat menjadi kebutuhan utama organisasi saat ini.
Menutup pernyataannya, Alfi menegaskan bahwa gelombang dukungan yang mengalir dari berbagai OKP hingga hari ini merupakan sebuah mandat perjuangan bersama untuk arah baru yang lebih progresif. Ia mengajak seluruh elemen kepemudaan untuk meleburkan ego, bersatu, berkarya setelah kompetisi ini usai, dan membuktikan bahwa pemuda Solokan Jeruk mampu tegak berdiri, unggul, serta menjadi tuan rumah di tanahnya sendiri.











