KENDAL– GLOBALNESTIGASI GINEWS Pesisir pantai di wilayah Kabupaten Kendal mulai dihijaukan melalui penanaman 1.500 pohon mangrove yang digelar Kodim 0715/Kendal. Kegiatan yang dipusatkan di pesisir pantai pemukiman di Dusun Pilangsari, Desa Pidodo Kulon, Kecamatan Patebon itu disebut tidak hanya untuk mencegah abrasi, tetapi juga berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat nelayan, Senin (25/5/2026).
Penanaman 1500 pohon mangrove ini, dimulai sekitar pukul 08.00 WIB yang berlokasi di Dusun, Pilangsari Desa Pidodo Kulon Kecamatan, Patebon.
Kasad Bid. Binter Brigjen TNI Boemi Ario Bimo, mengatakan, TNI Angkatan Darat (AD) mempunyai kegiatan unggulan, salah satunya penanaman mangrove untuk penghijauan pantai dan mengantisipasi adanya abrasi pantai serta untuk menguatkan ekosistem pantai.
Menurutnya, dengan penanaman pohon mangrov ini, khususnya untuk lingkungan hidup, akan lebih bersih sehingga seperti ikan, udang, plangton dan sebagainya akan berkembang dengan baik.
“Penanaman pohon mangrove ini tentu untuk menanggulangi adanya abrasi pantai dan penguatan perekonomian terutama unruk masyarakat nelayan,” katanya.
Boemi Ario Bimo juga menyampaikan, bahwa penanaman pohon mangrove ini, diharapkan tidak hanya dilakukan hari ini saja, tetapi harus bisa berkelanjutan.
“TNI AD tidak hanya menanam pohon mangrove di wilayah Jawa Tengah saja, akan tetapi juga menanam di Wilayah Jawa Timur dan jumlahnya sekitar 200 ribu batang pohon. Tetapi untuk di Kendal ini, sekitar 1500 batang,” ungkapnya.
Bupati Kendal, Hj Dyah Kartika Permanasari S.E M.M., mengatakan, penanaman bibit mangrove ini merupakan tindakan nyata antara TNI dengan pemerintah daerah dan masyarakat, sehingga nantinya bisa membuat pantai lestari dan tentu bisa mensejahterakan masyarakat secara adil dan berkelanjutan.
Bupati juga menyampaikan, bahwa penanaman mangrove ini, juga untuk menaruh harapan, yakni harapan sehat, harapan lestari lingkungan dan kesejahteraan masyarakat yang adil dan berkelanjutan.
“Saya berharap, kita harus tetap menjaga dan merawat agar pohon mangrove ini tumbuh besar dan bisa menjadikan sebagai sabuk pantai untuk menahan ombak dari laut,” kata bupati.
Sementara itu, Kepala Desa Pidodo Kulon, Didik Prastiawan mengapresiasi kegiatan penanaman mangrove yang terus dilakukan secara berkala di wilayahnya. Menurutnya, program tersebut telah berjalan sejak dirinya menjabat sebagai kepala desa pada 2021 dan menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan pesisir.
“Sejak saya menjabat tahun 2021, kegiatan penanaman mangrove rutin kami lakukan, kadang satu bulan sekali bahkan dua minggu sekali. Sesuai instruksi Bu Tika, penanaman mangrove harus dilakukan secara berkala,” kata Didik Prastiawan











